Konsep Ketauhidan Menurut Ahlussunah wal Jama’ah

Apa Itu Konsep Ketauhidan Menurut Ahlussunah wal Jama’ah? Walaupun teknologi berkembang dengan cepat, saat ini masih banyak orang yang memperdebatkan apa itu konsep ketauhidan walaupun sebenarnya perdebatan seperti ini telah banyak dilakukan pada jaman dahulu.

Konsep Ketauhidan Menurut Ahlussunah wal Jama’ah

Sepertinya konsep tauhid memang menjadi kontroversi dan bahan perdebatan yang menarik. Setidaknya ada dua kelompok yang melihat konsep tauhid dengan pendekatan yang berbeda dalam kalangan ahlusunnah wal jama’ah.

Yang pertama adalah pendekatan yang diwarisi dari ilmu kalam. Bagi sebagian orang, ilmu kalam sering dianggap terlalu rasional dan abai terhadap pendekatan yang menggunakan konsep akidah. Karenanya kalangan ini sering kali disebut sebagai pengikut madzhab Abu Al-Hasal Al-Asy’ri dan sebagian lainnya disebut sebagai pengikut madzhab Abu Mansur Al-Maturidi.

Kelompok kedua yang membahas apa itu konsep ketauhidan melihat dari sisi yang berbeda. Kelompok ini bisa disebut juga sebagai “rekan kritis” dari pewaris tradisi ilmu kalam.

Dahulu sebagian kelompok ini adalah pengikut dari madzhab Imam Ahmad bin Hanbal yang mana posisi teologisnya berhasil mendapatkan penjelasan dan juga pembelaan secara luas dan juga rasional dari alim madzhab Manbali di abad ke 8 Hijriah dahulu.

Kemudian sebutan Ahlussunah wal jama’ah sendiri mengandung penyandaran terhadap 2 hal, yaitu al-jama’ah dan as-sunnah. As-sunnah sendiri berarti bahwa apapun yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW dan di dalamnya sudah termasuk sunnah al-khulafa’ ar-rasyidin. Dan al-jama’ah bermakna ulama yang otoritatif terhadap setiap masa.

Dengan begitu yang termasuk ke dalam ahlussunah wal jama’ah adalah umat yang memiliki pemahaman dan pengalaman agama yang didasarkan dari pemahaman dan juga pengalaman para Sahabat yang juga dipahami serta diamalkan oleh generasi selanjutnya dengan bersandar pada keilmuan yang tidak terputus hingga Nabi Muhammad SAW, entah dalam pemahaman, pandangan ataupun metode yang digunakan untuk memahami.

Yang paling ditekankan adalah prinsip interaksi intelektual dan juga kebudayaan yang mengadopsi hal-hal baru yang sudah ditemui 3 generasi pertama dahulu.

Kira-kira seperti itulah penjelasannya jika anda bertanya apa itu konsep ketauhidan menurut Ahlussunah wal Jama’ah.

Sumber: IslamExplored.org

Recommended For You

About the Author: Temporaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.