Rokok Elektrik Vape

Rokok elektronik Vape jauh berbeda dengan rokok konvensional dari sisi penggunaannya. Cara kerjanya dengan menghisap pemanas logam atau disebut dengan vaporizer alias vape seperti yang sering diucapkan oleh penggunannya. Hisapan akan mengaktifkan baterai sehingga akhirnya memanaskan cairan dalam Cartridge yang menghasilkan nikotin dalam bentuk uap.

Rokok Elektrik Vape

Para vaper sangat wajib mempunyai gadget utama, yakni device berupa alat segenggaman tangan hampir serupa dengan powerbank smartphone yang rata-rata terbuat dari besi. Device tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni mod adalah mesinnya, dan RDA adalah alat pembakar liquid.

Rata-rata pengguna vape dulunya juga perokok konvensional atau berbahan baku tembakau. Mereka mengkonsumsi vape hampir sama seperti mereka mengkonsumsi rokok. Beberapa anak muda mengaku suka vape karena bisa menghasilkan asap yang banyak, ketimbang asap rokok konvensional.

Bisnis Rokok Elektrik Vape

Pemakaian rokok elektrik atau E-Cigarette atau lebih dikenal dengan sebutan vape sebenarnya telah ada sejak tahun 1963 namun baru dikembangkan secara serius pada tahun 2003 dan tahun 2006 mulai dijual ke seluruh dunia, sedangkan di Indonesia baru masuk pada tahun 2014.

Melalui diskusi dan perdebatan yang panjang, akhirnya pemerintah memutuskan vape dapat tetap digunakan, namun akan dikenakan tarif cukai pada cairan kimia yang digunakan sebagai bahan utama rokok elektronik tersebut.

Ketentuan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017 tentang tarif cukai, dimana pemerintah mengenakan cukai sebesar 57 persen dari harga jual terhadap cairan rokok elektronik ini. Dan peraturan ini berlaku sejak Oktober 2018.

Pemerintah telah memberikan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada beberapa pengusaha liquid vape dalam rangka pemberlakuan tarif cukai sebesar 57 persen dari Harga Jual Eceran (HJE) untuk liquid vape. Ada empat kemasan liquid vape yang bisa diperdagangkan di Indonesia, yakni 15 mililiter (ml), 30 ml, 60 ml, sampai 100 ml.

Dengan aturan ini tambahnya, pengusaha liquid vape memiliki kepastian untuk berbisnis vape. Bahkan, pengusaha juga percaya diri bisa mengekspor liquid vape dari dalam negeri. Bahkan, permintaan sudah ada, dan kini masih dalam proses untuk ekspor.

Sumber: https://www.lenterabisnis.com/bisnis-rokok-elektrik-vape-di-indonesia

Bisnis Rokok Elektrik Vape

Recommended For You

About the Author: Temporaktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.